klikkutim.com – Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengajak pengurus baru DPC IKA Fakultas Kehutanan Unmul Kutim ikut berperan aktif dalam pembangunan daerah.
“Kami berharap IKA Fahutan Unmul di Kutim dapat memberikan kontribusi pemikiran. Berkreasi untuk melaksanakan pembangunan. Seterusnya mendukung kemajuan “Kutim Magic Land” yang memiliki semua sumber daya,” ujarnya usai melantik pengurus IKA Fahutan Unmul Kutim, Sabtu (10/9/2022).
Dia juga mengapresiasi upaya pendampingan Fakultas Kehutanan Unmul kepada Hutan Lindung Wehea.
Saking masih banyaknya yang perlu dilakukan untuk menjaga hutan di Kutim, Ardiansyah berharap IKA Fahutan Unmul bisa merekomendasikan kementerian terkait agar kembali mengembalikan Dinas Kehutanan di kabupaten.
“Kalau daerah tak memiliki kewenangan, bisa mengendurkan semangat menjaga hutan dan kreasi melestarikan hutan. Hutan Kutim wajib dijaga karena masih banyak yang dihuni oleh primata seperti orang utan, hewan serta tanaman langka lainnya,” jelasnya.
Untuk kelanggengan dan soliditas organisasi, Ardiansyah mengingatkan agar pengurus tak memecah fokus pada banyak organisasi. Semangat organisasi harus selaras dengan implementasi.
Ketua Umum IKA Fahutan Unmul Sarkowi Zahri menyambut baik ajakan bupati dalam giat pembangunan daerah khususnya dalam bidang pengelolaan sumber daya kehutanan.
“Diharapkan alumni (IKA Fahutan Unmul) yang ada bisa berkontribusi secara aktif dimana pun berada, untuk kemajuan daerah dan masyarakat,” harap politisi Partai Golkar tersebut.
IKA Fahutan Unmul sudah berusia 46 tahun, sedangkan Fahutan di Unmul sudah 60 tahun. Terbentuknya IKA Fahutan menurutnya tak lain untuk menjalin silaturahim. Karena katanya, untuk menjalin silatutahim semua angkatan yang ada tidak mudah. Berikutnya IKA Fahutan dibentuk guna mengasah esensi kepedulian antar pengurus untuk menyukseskan program kerja.
“Terima kasih kepada Bupati (Kutim) dan saya berharap pengurus bisa menyusun pengurus yang lengkap. Pelantikan ini jangan jadi agenda pertama dan terakhir. Semoga organisasi cabang semakin besar. Sehingga bisa berkolaborasi dengan stakeholder di Kutim untuk pembangunan,” tutupnya. (*)



