klikkutim.com – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Stakeholder Meeting Program Penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Kutai Timur, Senin (29/8/2022).
Dipusatkan di Hotel Royal Victoria, acara ini dibuka Wabup Kutim Kasmidi Bulang yang juga menjabat Ketua Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kutim.
Dijelaskan, Kabupaten Kutim merupakan peringkat keempat dengan jumlah kasus penderita HIV/AIDS tertinggi di Kaltim berdasarkan penelusuran data. Untuk menekan angka tersebut, Kasmidi mendorong Dinkes, KPAD dan organisasi terkait terus bekerja untuk melakukan sosialisasi dan edukasi
“Artinya kita telah bekerja keras dalam upaya penanggunglangan HIV/AIDS di Kabupaten Kutim. Kami siap bekerja menekan angka ini hingga mencapai target daerah,” tuturnya.
Ditambahkan Ketua PKBI Kaltim, Asmuran Gautama, maka program tahun 2022 PKBI Kaltim, mendapatkan amanah untuk melakukan intervensi di Kabupaten Kutai Timur. Oleh karena, lanjut Asmuran, kehadiran PKBI di Kutai Timur untuk memperkuat upaya-upaya yang sudah dilakukan tersebut.
“Ini menjadi bagian kerja bersama kita menuju target pencapaian pada tahun 2030 yaitu Three Zero. Dan kita ketahui juga, bahwa upaya penanggulangan HIV/AIDS dari sektor pelayanan kesehatan ini menjadi target standar pelayanan minimal.
Sehingga, juga akan memungkinkan Kembali, bahwa temuan-temuan kasus baru untuk HIV/AIDS untuk kalangan masyarakat yang lebih luas akan semakin banyak ditemukan, utamanya pada mereka yang berada di lingkungan keluarga yaitu ibu rumah tangga,” imbuhnya.
Kegiatan tersebut dihadiri, sebanyak 23 orang yang mewakili dinas atau lembaga terkait dalam penanggulangan HIV di Kabupaten Kutai Timur. Dengan rangkaian acara, diskusi dan menghadirkan narasumber dari KPAD Kabupaten Kutai Timur, fasilitator dari Rumah Sakit Umum Daerah Kudungga (RSUD) Kudungga Sangatta. (*)



